Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Bupati Stop Beri Izin Pembangunan Hotel Baru di Banyuwangi

Home / Peristiwa - Daerah / Bupati Stop Beri Izin Pembangunan Hotel Baru di Banyuwangi
Bupati Stop Beri Izin Pembangunan Hotel Baru di Banyuwangi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. (Foto: Syamsul Arifin/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Perkembangan bisnis perhotelan di Banyuwangi dipastikan akan tertahan untuk sementara waktu. Itu terjadi lantaran, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menginstruksikan agar izin pembangunan hotel di Bumi Blambangan sementara waktu distop.

“Hotel yang saat ini telah ada dan yang sedang dibangun biar tumbuh dulu,” katanya, Selasa (21/2/2017).

Pengendalian pendirian hotel ini sengaja dilakukan guna menjaga iklim investasi di Banyuwangi. Saat tak ada kontrol, dikhawatirkan akan memunculkan persaingan yang tidak sehat.

Seperti diketahui, sejumlah hotel berbintang berjejaring kini dibangun di Banyuwangi. Di antaranya, jaringan Hotel Aston dan Hotel Agastya. Pembangunan Hotel Aston yang berlokasi di Jalan Brawijaya telah dimulai sejak Oktober 2016 lalu. Hotel delapan lantai tersebut diproyeksi mulai beroperasi Oktober mendatang.

Sementara itu, pembangunan Hotel Agastya yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, juga terus berlangsung. Hotel 137 kamar tersebut digadang-gadang mulai beroperasi Lebaran mendatang.

Anas mengatakan, pengusaha hotel menanamkan investasi di Bumi Blambangan murni pertimbangan bisnis. Artinya, pihak investor telah menghitung return of investment (ROI) alias rasio provitabilitas. Untuk itu, pihak Pemerintah Daerah menargetkan Banyuwangi menjadi MICE, yakni lokasi meeting (pertemuan), incentive (insentif), convention (konvensi), dan exhibition (pameran).

“Selama ini orang lebih memilih Kota Batu, Surabaya, Bali untuk lokasi rapat. Kalau mereka memilih Banyuwangi, bisa jadi jumlah kamar hotel yang ada saat ini akan kurang. Nah, saat itu terjadi, izin pendirian hotel baru akan dibuka kembali, sehingga investor bisa mendapatkan kepastian,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com