Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Mahasiswa UB Ciptakan Beras Analog dari Kulit Pisang

Home / Pendidikan / Mahasiswa UB Ciptakan Beras Analog dari Kulit Pisang
Mahasiswa UB Ciptakan Beras Analog dari Kulit Pisang Ilustrasi Beras Analog (Foto: istimewa)

TIMESINDONESIA, MALANG – Tiga mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur menciptakan beras analog sebagai makanan substitusi. Beras analog ini berbahan baku singkong, kulit pisang, dan jagung.

Produk beras tersebut digagas oleh Fajar Rifa’i, Mohammad Lutfi Alibi, dan Lanny  Julistian A. Mereka memandang kebutuhan konsumsi beras semakin meningkat seiring pertambahan populasi penduduk Indonesia. Sementara produksi beras padi sebagai makanan pokok mengalami penurunan akibat gagal panen. Atas dasar itu, tiga mahasiswa ini menciptakan beras analog yang berbahan selain padi.

Keberhasilan menciptakan beras analog yang dinamai Betul (Beras Natural) mengantarkan tiga mahasiswa angkatan 2014 ini memenangi juara 3 ajang Business Plan Agrifest di Universitas Hasanudin (Unhas), Sulawesi Selatan pada 13 hingga 16 April 2017 lalu. Kegiatan tersebut merupakan kompetisi bisnis antar mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Unhas.

"Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan jiwa enterpreneur generasi muda di bidang agribisnis," demikian keterangan tertulis dikutip dari laman resmi ub.ac.id.

Keunggulan dari beras analog Betul ini adalah kualitasnya yang lebih baik dibandingkan beras pada umumnya. Kualitas terdapat pada kandungan antioksidan dari kulit pisang, singkong, dan jagung. 

"Kami berharapa adanya (beras analog) Betul mampu mengantisipasi kelangkaan padi di wilayah tertentu," ujar Fajar Rifa'i, ketua tim mahasiswa. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com