Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Pemerintah Tak Anak Emaskan Investasi Tiongkok

Home / Peristiwa / Pemerintah Tak Anak Emaskan Investasi Tiongkok
Pemerintah Tak Anak Emaskan Investasi Tiongkok Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro (Foto: setkab)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menegaskan, pemerintah tak akan menganak emaskan investasi dari Tiongkok.

Pemerintah, akan menerapkan aturan yang sama pada investasi dengan Tiongkok sebagaimana investasi dengan negara lainnya, khususnya terkait tenaga kerja asing.

"Tentunya kita juga 'concern' dalam hal tenaga kerja. Kita ingin tenaga kerja asing yang didatangkan, memang yang tidak mungkin bisa disediakan dari dalam negeri," ujar Bambang saat diskusi dengan awak media di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (25/3/2017).

Bambang menambahkan, dalam tahap konstruksi proyek nantinya, tenaga kerja asing dapat dipekerjakan dengan pertimbangan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan proyek itu sendiri. Namun, ketika sudah masuk tahap operasi dan pemeliharaan (maintanance), ia menyebutkan mayoritas akan mempekerjakan tenaga kerja lokal.

"Ya mungkin ada kebutuhan-kebutuhan tertentu yang hanya bisa dipegang oleh orang-orang tenaga kerja asing tadi," kata Bambang.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong adanya alih teknologi, tidak hanya sekadar aksi cari untung oleh para investor tersebut. Bambang menyebutkan, ada salah satu komunitas di Tiongkok yang mendorong adanya riset dan pengembangan (research and development/R&D) terkait alih teknologi, terutama dalam pembangunan infrastruktur.

"Apabila mereka investasi di Indonesia, maka riset dan pengembangannya juga harus dikembangkan di Indonesia, sehingga alih teknologi bisa berjalan lebih lancar," ujar Bambang.

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com