Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Waspadai Gejala Stres pada Anak

Home / Gaya Hidup / Waspadai Gejala Stres pada Anak
Waspadai Gejala Stres pada Anak ILUSTRASI - Tips mengenali gejala stress pada anak (Foto: healthhaphope)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Stres merupakan gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. 

Beberapa ahli mendefinisikan stres sebagai respon non spesifik dari tubuh di setiap tuntutan.

Stres dapat dialami oleh siapa saja. Baik dewasa maupun anak-anak. Sayangnya tak semua orang tua menyadari anaknya sedang dirundung stres. 

Padatnya kegiatan sekolah, atau mendapatkan tekanan dari teman bahkan guru merupakan satu dari sekian banyak penyebab stres pada anak. 

Kondisi ini dapat mempengaruhi aktivitas mereka, baik psikologis maupun fisik. Efek samping stres yang paling sering adalah anak menjadi susah tidur. Anak juga susah tidur nyenyak, mengeluh mimpi buruk, minta ditemani tidur oleh orangtua, atau malah kebalikannya menolak tidur dengan orangtuanya.

Dikutip dari sleepfoundation.org. selain susah tidur,  ada beberapa gejala lain stres pada anak seperti nafsu makan berkurang, mengeluh sakit kepala mengompol saat tidur, sakit perut, agresivitas atau keras kepala, ketidakmampuan mengendalikan emosi dan menolak terlibat dalam kegiatan keluarga atau sekolah. 

Solusinya Anda dapat mengajak Anak berlibur. Menerapkan 'me time' bersama anak. Ajaklah buah hati Anda berbicara dari hati ke hati setiap masalah yang membuatnya tak nyaman. Biarkan anak mencurahkan isi hatinya pada Anda. 

Tak ada salahnya mendengarkan 'curhat' mereka dengan makan atau minum menu kesukaannya. Dengan demikan anak merasa diperhatikan dan tak sendiri dalam mengatasi masalahnya. 

Kegiatan santai bersama orangtuanya akan membuat mereka merasa tenang dan rileks. Orangtua juga jangan segan berkonsultasi dengan psikolog jika gejala stres anak tidak berkurang.(*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com