Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Ratusan Sarjana Rubaru Hadiri Sekolah Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari

Home / Peristiwa / Ratusan Sarjana Rubaru Hadiri Sekolah Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari
Ratusan Sarjana Rubaru Hadiri Sekolah Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari K Dardiri Zubari ketika menyampaikan materi resolusi jihad KH Hasyim Asy\'ari di kantor MWC NU Rubaru. (Foto: Busri Toha / TIMESIndonesia)

TIMESINDONESIA, SUMENEP – Ratusan sarjana se wilayah Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menghadiri Sekolah Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari di Kantor MWC NU Kecamatan Rubaru. Mereka penuh semangat mengikuti kelas ini karena bisa menambah wawasan dan pemahaman tentang sejarah.

Kegiatan Sekolah Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari yang digagas oleh Pengurus Wakil Cabang Ikatan Sarjanan Nahdlatul Ulama (PWC ISNU) Rubaru itu, dihadiri seluruh badan otomon NU, MWC NU dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimpka) Kecamatan Rubaru, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (20/10/2016).

Ketua PWC ISNU Rubaru, Busri Toha mengatakan, memang sengaja mengambil tema tersebut untuk menyambut hari santri nasional yang jatuh tanggal 22 oktober. Sebab, penetapan tanggal tersebut tidak lepas dari adanya resolusi jihad KH Hasyim Asy’ari.

”Kita menginginkan seluruh sarjana di Kecamatan Rubaru, memiliki pemahaman komprehensif soal resolusi jihad dan tentang Hari Santri Nasional. Kita tidak ingin, terutama kalangan santri harus benar-benar memahami sehingga nantinya hari sangtri nasional tidak hanya sebagai kegiatan seremonial belaka,” tegas Busri Toha, ketika memberikan sambutan.

Sementara itu, K Dardiri Zubairi, selaku pemateri dalam kegiatan tersebut mengatakan, saat ini warga terutama kalangan santri harus bisa menjaga keutuhan NKRI. Berbagai cara yang dilakukan untuk menghancurkan Indonesia, maka santri harus menjadi garda terdepan.

”Apalah arti NKRI harga mati, jika kita tidak bisa benar-benar menjaga keutuhan tersebut. Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan kalangan pesantren, tidak lepas dari perjuangan dari kalangan ulama,” tandas A Dardiri membakar semangat. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com